Mengapa Kita Menulis "Manajemen" Bukan "Managemen"? Mengenal Aturan Serapan yang Benar

Infografis perbandingan kata baku Manajemen dan kata tidak baku Managemen dengan logo Pintar Bahasa


Kebahasaan & Literasi

Kenapa Harus "Manajemen" Bukan "Managemen"? Mengupas Logika Kata Serapan

Panduan Lengkap Menulis Kata Baku Berdasarkan Kaidah Penyerapan Bahasa Asing

Dalam keseharian, kita sering melihat papan nama perusahaan atau judul artikel menggunakan kata "Managemen". Sekilas terdengar keren dan kebarat-baratan. Namun, tahukah Anda bahwa dalam kaidah Bahasa Indonesia yang resmi, penulisan tersebut dianggap tidak baku?

Sebagai pengguna bahasa, kita sering terjebak dalam "zona nyaman" dengan menggunakan ejaan yang mirip dengan bahasa asalnya (Inggris). Padahal, Indonesia memiliki aturan main sendiri yang disebut dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau yang sekarang kembali ke istilah EYD (Ejaan yang Disempurnakan).

1. Sejarah Singkat: Mengapa Kita Menyerap Kata?

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dinamis. Karena perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan banyak berasal dari luar negeri, kita memerlukan kosakata baru untuk menjelaskan konsep tersebut. Daripada menciptakan kata yang benar-benar asing, kita melakukan penyerapan.

Tujuannya ada dua: mempermudah pelafalan lidah orang Indonesia dan menyeragamkan sistem tulisan agar tidak membingungkan.

"Penyerapan bukan berarti menjiplak mentah-mentah. Ada proses penyesuaian fonologi (bunyi) dan ortografi (tulisan)."

2. Aturan Ejaan: Mengapa "G" Menjadi "J"?

Salah satu alasan terbesar orang menulis Managemen adalah karena mengikuti ejaan aslinya, Management. Namun, aturan penyerapan kita menyatakan bahwa unsur asing yang pengucapannya sudah diterima secara umum diserap dengan menyesuaikan ejaannya.

Huruf 'g' dalam bahasa Inggris yang berbunyi /j/ (seperti pada College atau Agent) harus diubah menjadi 'j' agar tidak dibaca sebagai "g" keras (seperti pada kata 'gajah'). Itulah sebabnya:

  • ManagerManajer
  • ProjectProyek
  • AgentAgen (diserap bunyi g-nya)

3. Bedah Kasus Kata Populer

Mari kita lihat beberapa kata yang sering salah tulis akibat terpengaruh bahasa asalnya:

Kata Asal Salah Kaprah Benar (Baku) Alasan
System Sistim Sistem Huruf 'y' diserap menjadi 'i', namun vokal 'e' tetap 'e'.
Quality Kwalitas Kualitas Gabungan 'qu' diserap menjadi 'ku'.
Practice Praktek Praktik Diserap dari kata practical yang menggunakan 'i'.
Effective Efektip Efektif Akhiran '-ive' selalu menjadi '-if'.

4. Akhiran "-itas" vs "-ity"

Sering melihat kata Aktifitas? Ini adalah kesalahan umum lainnya. Kata asalnya adalah Activity. Dalam bahasa Indonesia, akhiran -ity diserap menjadi -itas. Namun, jika kata dasarnya adalah 'aktif', kenapa menjadi 'aktivitas'?

Ini karena kita menyerap secara utuh dari ActivityAktivitas (menggunakan 'v'). Jadi, ingat ya: Orang itu Aktif (pakai 'f'), tapi kegiatannya disebut Aktivitas (pakai 'v').

Pertanyaan yang Sering Muncul (FAQ)


T: Apakah salah jika saya tetap menulis "Management" di blog saya?
J: Jika Anda sedang menulis dalam konteks bahasa Inggris atau menggunakan istilah teknis yang belum ada padanannya, gunakanlah tulisan miring (Italic). Namun, untuk teks formal bahasa Indonesia, wajib menggunakan Manajemen.

T: Bagaimana cara cepat mengecek kata baku?
J: Selalu gunakan aplikasi KBBI VI Daring milik Kemdikbud. Itu adalah rujukan tertinggi kita saat ini.

Kesimpulan
Menulis dengan benar menunjukkan bahwa kita peduli pada identitas bangsa. Dengan menggunakan kata Manajemen, Kualitas, dan Sistem, artikel Anda tidak hanya terlihat lebih profesional tetapi juga lebih mudah dipahami oleh mesin pencari (SEO) karena menggunakan kata kunci yang resmi.

Posting Komentar untuk "Mengapa Kita Menulis "Manajemen" Bukan "Managemen"? Mengenal Aturan Serapan yang Benar"